Sunday, April 16, 2017

Manajemen Waktu dalam Proyek Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 1 Purworejo

Manajemen Waktu dalam Proyek
Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 1 Purworejo


A. Milestone

Berikut ini merupakan milestone proyek Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 1 Purworejo:

B. Jadwal

Berikut ini merupakan jadwal proyek Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 1 Purworejo:

Sunday, April 2, 2017

Studi Kelayakan Sistem Pendaftaran Online pada SMA Negeri 1 Purworejo





Studi Kelayakan Sistem Pendaftaran Online 
pada SMA Negeri 1 Purworejo

Pendahuluan
     A.    Pernyataan masalah
Dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB/PPDB) SMA Negeri 1 Purworejo sudah menerapkan seleksi online melalui https://purworejo.siap-ppdb.com/. Tetapi calon peserta didik haruslah menyerahkan seluruh berkas pendaftaran secara offline dengan datang ke SMA untuk diverifikasi. Karena banyaknya pendaftar, proses verifikasi ini menyulitkan manajemen pengelola PSB SMA Negeri 1 Purworejo dan juga calon peserta didik karena seluruh berkas haruslah dicetak dan diperiksa setiap lembarnya. Hal tersebut akan memakan biaya, tenaga dan waktu.

     B.    Lingkupan Implementasi
Implementasi sistem pendaftaran peserta didik baru dan verifikasi online untuk PSB/PPDB SMA Negeri 1 Purworejo menggunakan SIAP PSB.


Bahan dan Metode
    A.    Konsep Dasar Sistem
     1. Sistem Informasi
Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi.

     2. Sistem Informasi PPDB
Sistem informasi PPDB yaitu sebuah sistem yang dirancang untuk melakukan otomasi penerimaan peserta didik baru. Mulai dari proses pendaftaran, proses seleksi hingga pengumuman hasil seleksi yang dilakukan secara online dan berbasis waktu nyata.


    B.    Studi Kelayakan
1.Kelayakan Teknis
Kelayakan teknis menyoroti kebutuhan sistem yang telah disusun dari aspek teknologi yang akan digunakan, jika teknologi yang dikehendaki untuk pengembangan sistem merupakan teknologi yang mudah didapat, murah, dan tingkat pemakaiannya mudah, maka secara teknis usulan kebutuhan sistem bisa dinyatakan layak (Al fatta, 2007).
2.Kelayakan Ekonomi
Aspek yang paling dominan dari aspek kelayakan yang lain adalah kelayakan ekonomi. Tidak dapat disangkal lagi, motivasi pengembangan sistem informasi pada perusahaan atau organisasi adalah motif keuntungan.Dengan demikian aspek untung rugi jadi pertimbangan utama dalam pengembangan sistem. Kelayakan ekonomi berhubungan dengan return investmen atau berapa lama biaya investasi dapat kembali (Al fatta, 2007).
3.Kelayakan Hukum
Menguraikan secara hukum apakah sistem yang akan dikembangkan tidak menyimpang dari hukum yang berlaku (tidak melanggar hukum jika diterapkan di objek penelitian). Misal : bagaimana kelayakan perangkat lunak yang digunakan, bagaimana kelakan hukum informasi yang dihasilkan oleh program aplikasi yang dibuat. Apakah melanggar hukum atau tidak.
4. Kelayakan Operasional
Penilaian terhadap kelayakan operasional digunakan untuk mengukur apakah sistem yang akan dikembangkan nantinya dapat dioperasikan dengan baik atau tidak di dalam orgnisasi (Jogianto, 2008).
5.Kelayakan Jadwal
Penilaian kelayakan jadwal ini digunakan untuk menentukan bahwa pengembangan sistem akan dapat dilakukan dalam batas waktu yang telahditetapkan.

    C.     Menilai Faktor Kelayakan
1. Menilai Kelayakan Teknilk
Dalam lembar kerja penilaian faktor kelayakan TELOS (Gunadarma.ac.id,2012), kita perlu memasukan sebuah contoh pertanyaan yang sebaiknya ditanya oleh tiap penguji dan jawaban yang benar akan disediakan. Sebagai contoh kelayakan teknik. Jika sistem yang baru hendak menggunakan teknologi yang stabil dan telah diketahui, penilaianya mungkin 9.5 atau 10. Di sisi lain, mungkin teknologi tersebut baru bagi perusahaan dan pemakainya, atau tidak standar ( baik terhadap perusahaan atau industri ), atau berisikan keluaran pertama dari pemasok atau beberapa pemasok terlibat atau dia menggunakan sistem jaringan kerja yang sangat komplek. Sehingga satu atau kombinasi jawaban "ya" cenderung menurunkan penilaian secara drastis dibawah 10.0 ( antara 6.0 sampai 8 ). Dalam contoh kita tentukan bahwa alternatif rancangan sistem general yang dievaluasi akan memerlukan teknologi yang baru dan standar dalam industri dan telah terbukti kemampuanya bekerja sehingga penilaian 9.0 adalah wajar (dewiar.staff.gunadarma.ac.id,2012)
2. Menilai Kelayakan Ekonomi
Pertanyaan yang harus ditanyakan mengenai kelayakan ekonomi termasuk manajemen puncak untuk mendukung pengembangan proyek system hingga selesai dengan sumber daya yang cukup. Tanpa dukungan manajemen puncak, sangatlah sulit jika mungkin untuk menyelesaikan sistem tersebut meskipun faktor lain sudah baik. Jika manajemen puncak memberikan indikasi bahwa mereka masih mendukung sistem tersebut tapi dana belum disediakan untuk penyelesaianya, penilaian kelayakan ekonomi berkisar antara 5.0 hingga 8.0, tergantung pada situasi dan sejarah dari dukungan manajemen puncak terhadap proyek sistem yang lama. Jika dana yang diperlukan telah diberikan penilaian berkisar antara 9.0 hingga 10.0.
3. Menilai Kelayakan Hukum
Dalam beberapa contoh, legalitas dari suatu proyek sistem bukanlah suatu permasalahan.Penilaian kelayakan legalitas seharusnya menerima nilai 10.0. Jika data personal yang sangat sensitive (kesehatan) tidak tersimpan baik, organisasi menjadi tidak terlindungi hukum. Atau jika perancang tidak merancang dan memasukkan kontrol yang cukup terhadap kekacauan yang timbul, maka para stockholder (pendiri) dan lainnya akan berjalan dijalur hokum menentang perusahaan dan bahkan profesionalis system yang merancang sistem, dalam contoh kita menentukan bahwa altenatif rancangan sistem general tidak termasuk data sensitif apapun yang perlu dikompromikan. Lebih lagi, professional sistem yang mengerjakan proyek sistem sangat sadar akan pentingnya pengawasan. Sehingga mereka merencanakan untuk merancang dan memasang serangkaian pemasangan yang spesifik untuk menjaga sistem terhadap kesalahan fungsi dan penyalahgunaan Iainnya. Karenanya memiliki penilaian 9.5 untuk kelayakan hukum.
4. Menilai Kelayakan Operasional
 Sistem dengan dasar lokal atau group umumnya lebih mudah untuk dioperasikan dari pada sistem yang enterprise wide, karena sistem tersebut lebih kecil dan sederhana dan lebih sedikit orang yang harus dilatih.Tapi bila systementerprise wide adalah sistem standar yang dikenal, maka dapat dinilai Iebih tinggi dari pada sistem dengan dasar group atau lokal yang memerlukan teknik yang unik atau bersifat experimen. Kunci untuk nilai hingga kelayakan operasional adalah tersedianya pengguna yang terlatih dengan baik dan berdedikasi.Pengguna yang seperti itu dapat membantu menghilangkan sebagian akibat negatif yang bisa disebabkan oleh sistem yang unik dan belum terbukti. Alternatif rancangan sistem kita evaluasi dalam contoh lembar kerja kita adalah sistem dengan dasar group tidak akrab dengan beberapa pengguna. Iagipula beberapa pengguna adalah user baru dan tidak terlatih dengan baik sehubungan dengan kerja mereka. Karenanya, kita menilai kelayakan operasional hanya 7.0
5. Menilai Kelayakan Jadwal
Apakah dapat menguntungkan diri pada jadwal dan tanggal penyelesaian sebagaimana kriteria yang tertera di bagian gant atau PERT? Karena jadwal dan tersebut hanyalah estimasi maka ada kemungkinan salah. Besarya kesalahan estimasi adalah pertimbangan kunci. Jika sistem diselesaikan jauh sesudah tanggal perkiraanya, maka bisa saja hal tersebut tidak dapat diterima oleh penerima. Pengukuran kesalahan estimasi adalah kunci keberhasilan. Jika system terlihat sederhana, standar berbasis local dimana total waktu pengembangan diukur dalam jam atau hari, maka kesalahan perkiraan (estimationerror) yang dibutuhkan untuk perancangan dan implementasi menjadi kecil (waktu sebenarnya dikurang dengan waktu estimasi). Tetapi jika sistem yang entreprise wide membutuhkan total waktu (jadwal) dalam tahun, probabilitas kesalahan estimasi yang tinggi semakin besar. Estimasi waktu yang diperlukan untuk merancang dan mengimplementasikan waktu sistem mencakup estimasi kesalahan estimasi yang lebih besar. Resiko untuk tidak mampu mengikuti jadwal estimasi Iebih besar untuk sistem yang besar dan kompleks dari pada untuk sistem yang sederhana dan kecil.

Hasil dan Pembahasan
A. Kelayakan Teknik
Kelayakan teknik berfokus  pada kebutuhan sistem yang telah disusun dari teknologi yang akan digunakan untuk pengimplementasian PPDB dan verifikasi online pada SMA Negeri 1 Purworejo.
1.      Kebutuhan perangkatan keras
     
No
Perangkat keras
1
Processor type   
Intel (R) Core i3
2
Memory
2Gb DDR3 Max 8 GB (2 DIMMs)
3
Hard drive type
500GB Serial ATA (7200 RPm)
4
Network
Gigabit Network
5
Optical drive Type
DVD RW
6
Monitor
Monitor 17”
7
Keyboard
USB Keyboard
8
Mouse
USB Optical Mouse

2.      Kebutuhan perangkat lunak
No
Perangkat Lunak
Kegunaan
1
Windows XP Professional II / Windows 7/Windows 8
Sistem Operasi
2
Internet Explorer, mozila firefox, dll
Web Browser
3
Microsoft word
Digunakan dalam pengetikan untuk surat dan laporan PPDB
4
Microsoft excel
Digunakan dalam penginputan data dan perhitungan data yang berhubungan dengan PPDB
Untuk perangkat keras dan lunak server telah disediakan oleh pihak penyelenggara SIAP yaitu TELKOM.
3.      Kebutuhan perangkat jaringan
Perangkat jaringan telah disediakan oleh pihak TELKOM.
4.      Infrastruktur
Adapun Infrastruktur yang ada pada SMA Negeri 1 Purworejo yaitu:

No
Infrastruktur
Keterangan
1
Komputer
SMA Negeri 1 Purworejo memiliki sekitar 60 komputer dengan kemampuan rata-rata prosesor intel core i3 dan harddisk minimal 100 GB
2
Printer
Untuk membantu dalam proses kerja akademik
3
Jaringan internet
Fasilatas untuk siswa dan dosen
4
Perpustakaan
Fasiliatas untuk siswa belajar tambahan
5
Laboratorium
Fasilatas siswa untuk mendukung kegiatan akademik
6
Website, sound system, LCD Proyektor, AC
Fasilitas pendukung akademik
7
CCTV
Fasilitas keamanan sekolah
8
Server
Untuk mengatur aktifitas online dan jaringan internet

Menilai Kelayakan Teknik
      Sistem PPDB berbasis online yang digunakan mencakup proses penerimaan peserta didik baru. Perancangan sistem umum yang dievaluasi membutuhkan tambahan teknologi baru yang standar dan sudah cukup biasa digunakan, (nilai 8.5) berdasarkan perwakilan user.

B. Kelayakan Ekonomi
            Untuk mengimplementasikan system PPDB berbasis online tentunya diperlukan dana untuk berlangsungnya sistem. Sumber daya dan sumber dana diperlukan dalam pembangunan sistem baru sebagai bentuk investasi. Kelayakan ekonomi didapatkan dari hasil analisis biaya dan manfaat. Tujuan dari analisis tersebut adalah untuk memberikan gambaran kepada pengguna apakah manfaat yang diperoleh dari sistem yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.

Analisa Biaya dan Manfaat

Komponen Biaya
 Biaya yang berhubungan dengan sistem ini antara lain biaya pelatihan, sosialisasi dan operasional selama proses persiapan hingga pelaksanaan SIAP PPDB yang ditanggung oleh pihak Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten setempat. Biaya lain yang dikeluarkan adalah untuk pembelian lisensi SIAP PPDB sebesar Rp. 4.950.000,- .

Komponen Manfaat
Manfaat yang didapat dari sistem informasi diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Keuntuugan berwujud (tangible benefit) adalah keuntungan yang berupa penghematan atau peningkatan didalam administrasi yang dapat diukur dalam bentuk satuan nilai uang.
Keuntungan berwujud antara lain :
a. Pengurangan biaya operasi
b. Pengurangan biaya lembur
c. Pengurangan biaya perlengkapan

2. Keuntungan tak berwujud (intangible benefit), adalah keuntungan yang sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan uang. Keuntungan tersebut antara Iain :
a. Keandalan dan ketersediaan sistem
b. Peningkatan efektifitas pegawai dan akademiknya
c. Peningkatan kepuasan mahasiswa, dosen, dan pegawainya

Menilai Kelayakan Ekonomi
            Karena tidak adanya data yang lengkap tentang pengeluaran PPDB SMA Negeri 1 Purworejo, maka tidak dapat dilakukan penilaian kelayakan ekonomi menggunakan metode yang ada seperti: metode periode pengembalian (Payback Period), metode pengembalian investasi (Return on Investment), dan metode nilai bersih sekarang (Net Present Value). Dengan melihat komponen biaya dan komponen manfaat yang ada maka dapat diberi nilai 8.7.

C. Kelayakan Operasional
            Kelayakan operasional dinilai dengan menggunakan kerangka kerja PIECES yang dikembangkan oleh James Wetherbe bertujuan untuk mengukur apakah sistem yang akan dikembangkan dapat dioperasikan dengan baik atau tidak di dalam organisasi. Kerangka PIECES meliputi:
1. Performance (kinerja) untuk mengetahui apakah sistem menyediakan throughput dan response time yang cukup.


2. Information (informasi) untuk mengetahui apakah sistem menyediakan informasi yang berkualitas bagi pengguna akhir.

3. Economy (ekonomi) untuk mengetahui apakah siystem menawarkan tingkat dan kapasitas pelayanan yang memadai untuk mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan

4. Control (pengendalian) untuk mengetahui apakah sistem menawarkan kontrol (pengendalian) untuk mengatasi kecurangan-kecurangan dan untuk menjamin keakuratan dan keamanan data.

5. Efficiency (efisiensi) untuk mengetahui apakah sistem menggunakan secara maksimum sumber yang tersedia termasuk orang, waktu aliran form, meminimalkan penundaan proses.

6. Services (pelayanan) untuk mengetahui apakah sistem menyediakan layanan yang diinginkan dan handal pada siapa saja yang menginginkannya, dan apakah sistem fleksibel dan dapat dikembangkan.

Menilai Kelayakan Operasional
Karena sistem bersifat global  dan banyak pengguna, sehingga peralihan dari sistem lama menjadi sistem baru memerlukan proses. Dan beberapa pengguna perlu untuk dilakukan pelatihan ulang terhadap sistem. Maka hasil penilaian adalah 7.8.

Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dari analisis Studi Kelayakan sistem informasi aplikasi pendidikan PPDB berbasis online pada SMA Negeri 1 Purworejo, maka dapat diambil kesimpulan :
1.      Hasil dari analisis studi kelayakan TELOS sistem informasi aplikasi pendidikan PPDB berbasis online pada SMA Negeri 1 Purworejo, maka sistem layak untuk diimplementasikan.
2.      Rekomendasi untuk SMA Negeri 1 Purworejo kedepannya adalah proses penerimaan peserta didik baru berbasis online sudah bisa diimplementasikan serta digunakan.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka terdapat saran, yaitu sebagai berikut:
1.      Analisa studi kelayakan sistem yang dilakukan untuk selanjutnya bukan saja analisa studi kelayakan TELOS saja tetapi juga melakukan analisis PDM (strategic factor) dan MURRE (design factor).
2.      Untuk analisa studi kelayakan selanjutnya dapat menggunakan data yang lebih lengkap didapatkan langsung dari pihak yang terkait yaitu TELKOM dan SMA Negeri 1 Purworejo dengan persetujuan pihak terkait.

Daftar Pustaka



Nama : Christyanto Liman
NRP : 5114100087
Kelas: B
Sekolah : SMA Negeri 1 Purworejo (http://sma1purworejo.sch.id/index.html) 


Sunday, March 26, 2017

Software Test Plan


Test plan merupakan dokumen yang mejelaskan tujuan, target pasar, tim beta internal, dan proses beta test spesifik untuk sebuah produk perangkat lunak. Biasanya juga berisi detail pemahaman untuk workflow akhir. Dalam software testing,tester mengevaluasi atribut-atribut atau kemampuan sebuah program atau sistem dan penentuan apakah sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Sebuah dokumen software test plan berisi :
1.  Test Plan Identifier
2.  Introduction
3.  Test Items
4.  Featured To Be tested
5.  Featured Not To Be tested
6.  Approach
7.  Item Pass/Fail Criteria
8.  Test Deliverables
9.  Test Tasks
10. Enviromental Needs
11. Responsibilities
12. Staffing and Training Needs
13. Risks and Contingencies
14. Approvals

Sunday, March 5, 2017

KERANGKA ACUAN KERJA - SISTEM INFORMASI BARANG TEMUAN MASJID

KERANGKA ACUAN KERJA
SISTEM INFORMASI BARANG TEMUAN MASJID
   A.     Latar Belakang
Dalam era modern saat ini, tentunya kebutuhan informasi dan teknologi sangat dibuthkan dalam  bidang apapun termasuk masjid. Banyaknya barang-barang jamaah masjid yang tertinggal di masjid dan kurangnya informasi penemuan barang. Hal itu dikarenakan banyaknya barang yang tertinggal sehinnga akan sangat bnyak mengeluarkan pengumuman jika diumumkan secara manual. Namun jika diumumkan secara massal orang tidak akan tahu apakah barang mereka yang tertinggal sudah ditemukan atau belum.

   B.     Maksud dan Tujuan
Maksud dari perancangan perangkat lunak ini berfungsi untuk menangani pengelolaan barang temuan pada masjid manarul ilmi ITS.
Tujuan dari pembuatan sistem informasi ini adalah:
1.     Mempermudah pengurus masjid mengumumkan barang yang ditemukan di sekitar masjid kepada seluruh pengunjung masjid.
2.   Mempermudah pengunjung masjid dalam menemukan barang yang tertinggal di masjid.

   C.     Sasaran
Sasaran proyek ini yaitu tersedianya sistem informasi yang memudahkan pengunjung dan pengurus masjid dalam mengelola barang yang hilang atau ditemukan di masjid.

   D.     Nama dan Organisasi Pengguna Jasa
Nama Organisasi yang menggunakan jasa yaitu Masjid Manarul Ilmi ITS.

   E.      Sumber Pendanaan
Sumber pendanaan yaitu dana mandiri dari kas JMMI sebesar Rp. 4.500.000,00.

   F.      Lingkup, Lokasi, Fasilitas, dan Alih Pengetahuan
1.      Lingkup Kegiatan
·        Pembuatan modul dari aplikasi sistem informasi barang temuan masjid
·        Pengembangan basis data
·        Pembuatan dokumentasi lengkap
2.      Lokasi Kegiatan
Tempat pembuatan aplikasi ini dilakukan di lingkungan sekretariat JMMI ITS.
3.      Data dan Fasilitas Penunjang
a.      Pengguna Jasa
·        Konsultasi kebutuhan
·        Data pengguna
b.      Penyedia Jasa
·        Konsultasi kebutuhan.
·        Ruang kerja untuk pelaksanaan proyek pembuatan sistem informasi.
·        Laporan pembuatan dan dokumentasi panduan pengoperasian sistem.
4.      Alih Pengetahuan
·        Konsultasi
·        Training
·        Pendampingan

   G.     Metodologi
Dalam pembuatan sistem informasi barang temuan masjid kami menggunakan sistem prototype. Setelah mendapatkan seluruh kebutuhan dari sistem maka prototype dibuat. Prototype akan dievaluasi oleh klien dan akan diperbaiki lagi hingga prototype terakhir.

   H.     Jangka Waktu Pelaksanaan
Jangka waktu pembuatan aplikasi ini yaitu 3 bulan.

   I.       Kualifikasi
·        Bersedia tidak menyebarkan data yang bersifat internal
·        Berkomitmen terhadap pekerjaan
·        Menggunakan metode yang baik dan benar
·        Berpengalaman
·        Sanggup memberi garansi

   J.       Tenaga Ahli
·        Project Manager (1 orang), berpengalaman kerja minimal 2 tahun dengan pendidikan minimal S1 Teknik Informatika.
·        System analyst (1 orang) dengan pendidikan minimal S1 Teknik Informatika.
·        Designer (1 orang) dengan pendidikan minimal S1 Teknik Informatika.
·         Programmer (2 orang), berpendidikan minimal S1 Teknik Informatika.
·        Database Administrator (1 orang) dengan pendidikan minimal S1 Teknik Informatika.
·         Dokumentator (1 orang) dengan pendidikan minimal S1 Teknik Informatika. 

   K.      Keluaran
Keluaran dari proyek pembuatan sistem informasi ini adalah
a.      Sistem informasi barang temuan masjid Manarul Ilmi ITS.
b.      Dokumentasi dan laporan akhir pembuatan sistem.
c.      User manual.
d.      Pelatihan, pendampingan, garansi, dan pemeliharaan sistem.
e.      Source Code program

   L.      Pelaporan
a.      Laporan Pendahuluan
·        Rencana kerja menyeluruh
·        Jadwal kegiatan
b.      Laporan Interim
·        Hasil yang sudah dicapai
·        Masalah pelaksanaan dan solusi
·        Rencana baru selanjutnya
c.      Laporan Akhir
·        Laporan pendahuluan
·        Laporan mingguan
·        Keluaran proyek
d.      Laporan Mingguan pada Pertemuan Rutin


Revisi
Pelaporan (serahan pekerjaan)
Data dan Fasilitas Penunjang
Alih pengetahuan
lingkup kegiatan
metodologi