Sunday, November 8, 2015

Threading dan membuat music player

Yahoo.. ketemu lagi nih…sekarang kita akan membahas soal pembuatan music player menggunakan dalam terminal menggunakan bantuan vlc.
Pertama-tama, untuk membuat music player kita membutuhkan bantuan multi threading. Apa itu Multi Threading?
Ok mari kita bahas Thread terlebih dahulu.
Thread merupakan bagian dari proses yang ada dalam system operasi. Thread dibagi menjadi dua, Single Threading dan Multi Threading. Single Threading biasanya digunakan untuk mengendailkan jalannya proses. Sedangkan Multi Threading merupankan thread yang lebih dari satu berjalan bersamaan, sehingga kita dapat menjalankan lebih dari satu tugas dalam waktu yang sama.
Kenapa kita butuh Multi Threading?
Dalam music player kita dapat memberikan perintah fungsi seperti pause atau stop pada saat musik berjalan, nah maka dari itu setidaknya ada 2 atau lebih tugas yang dijalankan yaitu musik tersebut dan pemberian perintah.
Mari kita simak kodingan program dibawah ini
#include<stdio.h>
#include<string.h>
#include<pthread.h>
#include<stdlib.h>
#include<unistd.h>

pthread_t tid[4];
int length=0;
char song[1024];
void* playAndCount(void *arg){  //fungsi yang dijalankan sebagai thread
     unsigned long i=0;
     pthread_t id = pthread_self();
     if(pthread_equal(id,tid[0])){
           sleep(length);
           system("pkill vlc");
          
     }
     else if(pthread_equal(id,tid[1])){
           char cmd[1024];
           sprintf(cmd,"cvlc Playlist/%s",song);
           system(cmd);         

     }
     else if(pthread_equal(id,tid[2])){
           sleep(length);
           system("pkill -STOP vlc");
     }
    
     else if(pthread_equal(id,tid[3])){
           sleep(length);
           system("pkill -CONT vlc");
     }
    
     return NULL;
}

int main(void)
{
    
close(STDERR_FILENO);
     int i=0;
     int err;
     char opt[1024];
     int flag=0;
     while(1)
     {   
           if(i<=3){
           err = pthread_create(&(tid[i]), NULL, &playAndCount, NULL);
           if(err!=0)
                printf("\ncan't create thread : [%s]", strerror(err));      
           }         
           printf("input options: ");
           scanf("%s",opt);
           if(strcmp(opt,"PLAY")==0){
                printf("input lagu: ");
                scanf("%s",song);               
                if(flag==1) system("pkill vlc");
                i=1;
                flag=1;
           }
           else if(strcmp(opt,"PAUSE")==0){
                printf("input waktu: ");
                scanf("%d", &length);
                i=2;
           }
           else if(strcmp(opt,"CONTINUE")==0){
                printf("input waktu: ");
                scanf("%d", &length);     
                i=3;
           }
           else if(strcmp(opt,"STOP")==0){
                printf("input waktu: ");
                scanf("%d", &length);     
                i=0;
                flag=0;
           }   
           else {
                i=4;
                if(strcmp(opt,"LIST")==0){ system("ls Playlist | grep .mp3");}
                else if(strcmp(opt,"HELP")==0)
                {
                     printf("=================KEYS================\n");
                      printf("PLAY          : Play inputed music\n");
                      printf("PAUSE          : Pause music\n");
                      printf("CONTINUE       : Continue paused music\n");
                      printf("STOP           : Stop music\n");
                      printf("LIST          : Show playlist\n");
                      printf("EXIT          : Exit Player\n");
                      printf("HELP          : Show help keys\n");
                }
                else if(strcmp(opt,"EXIT")==0) {
                      system("pkill vlc");
                      break;
                      }         
           }
     }
     pthread_join(tid[0],NULL);
     pthread_join(tid[1],NULL);
     pthread_join(tid[2],NULL);
     pthread_join(tid[3],NULL);
     return 0;
}


 Di kodingan diatas kita menggunakan 4 thread + 1 proses utama (main) ini dapat dilihat dari pendeklarasian :
pthread_t tid[4];

4 thread ini masing masing digunakan untuk pause music, play music, pause music, dan continue.

fungsi void* playAndCount(void *arg)akan dijalankan sebagai thread.
Untuk Play music kita menggunakan perintah yaitu system(“cvlc nama_lagu”); dapat dilihat di thread tid[1].
Untuk Stop music kita menggunakan system("pkill vlc");  dapat dilihat di thread tid[0]. sleep(length); yang digunakan di thread ini dan beberapa thread lainnya digunakan untuk waiting time sebelum kita menstop(tid[0]) atau pause(tid[2]) atau continue(tid[3]) selama length detik, jadi perintah stop akan dijalankan setelah length detik yang kita inputkan.
Untuk Pause music perintah yang digunakan adalah system("pkill -STOP vlc"); dalam thread[2].
Untuk Continue music yang telah di pause perintah yang digunakan adalah system("pkill -CONT vlc"); dalam thread[3].
Untuk Membuat thread, kita gunakan perintah dibawah ini
err = pthread_create(&(tid[i]), NULL, &playAndCount, NULL);
if(err!=0)
                printf("\ncan't create thread : [%s]", strerror(err));
tid[i] adalah thread yang akan dijalankan yang ada dalam fungsi playAndCount seperti play, pause, continue, dan stop dimana i akan diisi oleh angka 0 sampai 3 di baris bawahnya tergantung apa yang kita inputkan.
Lagu-lagu yang bisa dijalankan adalah lagu yang ada dalam folder Playlist di folder yang sama dengan programnya. Untuk melihat lagu apa saja yang bisa kita putar, dapat menggunakan system("ls Playlist | grep .mp3"); dimana perintah tersebut akan melist semua file mp3 yang ada dalam folder Playlist. Perintah ini dapat kita jalankan dengan mengetik “LIST” ketika program berjalan.
Karena dalam main kita menggunakan while(1) dimana program itu akan terus berjalan tanpa henti, maka kita perlu perintah untuk keluar dengan menggunakan perintah break; yang ada dalam pilihan “EXIT”.
Perintah ptherad_join yang ada setelah while seperti dibawah ini,
     pthread_join(tid[0],NULL);
     pthread_join(tid[1],NULL);
     pthread_join(tid[2],NULL);
     pthread_join(tid[3],NULL);
digunakan untuk menunggu thread lain yang sedang berjalan agar selesai terlebih dahulu sebelum keluar dari program sehingga tidak terjadi error.

Demikian post kali ini tentang thread dan pembuatan music player… Semoga bermanfaat.. sampai jumpa di post lain…

Sunday, October 18, 2015

What and How to Make Daemon + Converting Picture via Daemon

Yahoo~ ketemu lagi di next post ini… kali ini aku akan membahas tentang daemon. Hmm.. apa itu daemon? Untuk mengetahui lebih lengkapnya, mari kita simak bahasan didalam post ini…
               Daemon adalah sebuah background process yang tidak berinteraksi langsung dengan user. Hmm.. sepertinya susah dipahami, nah mudahnya tuh aku kasih contoh aja, kalian tau virus komputer kan? Virus komputer itu termasuk daemon. Virus komputer berjalan tanpa perlu kita suruh dulu kan? Nah itu daemon :v           
Child process adalah proses yang berasal dari proses utama yaitu bapaknya (Parent process). Daemon merupakan orphan process yaitu child process yang bapaknya sudah mati, jadi parent process perlu dimatikan.Kenapa perlu dimatikan? Parent process biasanya adalah proses yang tampil di layar (terlihat) maka untuk daemon yang bekerja di belakang layar parent process perlu dimatikan agar seolah-olah tidak ada proses yang berjalan tetapi ternyata bekerja di belakang layar.
Untuk mengecek suatu proses biasanya dapat dilihat melalui task manager dalam windows. Dan untuk linux bisa dilakukan melalui terminal dengan menulis command “ps aux” (tanpa tanda petik).
Daripada bingung cuma bayangin, mending kita coba buat aja…
Cara membuat Daemon :
1.      Membuat child process dan mematikan parent process

//Untuk membuat child process kita menggunakan forking parent process
pid_t pid, sid;
pid = fork();
//Lalu jika proses berhasil dibuat, maka parent process akan dimatikan
if(pid < 0){ exit(EXIT_FAILURE);}
if(pid > 0){ exit(EXIT_SUCCESS);}
              
2.      Mengubah mode file menggunakan unmask(0) untuk mendapat akses penuh dari file yang dibuat daemon
umask(0);
3.      Membuat sesi ID baru
sid = setsid();
if(sid < 0){ exit(EXIT_FAILURE);}
4.      Mengubah direktori kerja ke direktori yang pasti ada seperti root
if((chdir("/")) < 0){ exit(EXIT_FAILURE);}
5.      Menutup stdin stdout stderr (file descriptor) karena daemon tidak menggunakan kendali terminal
close(STDIN_FILENO);
close(STDOUT_FILENO);
close(STDERR_FILENO);

6.  Membuat isi daemon

while(1)
{
 //tulis fungsi daemon disini
}

exit(EXIT_SUCCESS);

Nah itulah langkah-langkah membuat daemon.
Masih bingung daemon apa yang mau dibuat? Ok, dibawah ini akan diberikan contoh daemon untuk linux dengan bahasa C yaitu cara mengedit gambar jpg menjadi abu-abu (grayscale) hanya dengan membuka gambar tersebut… Menarik bukan? Ok, persiapkan alat-alat yang dibutuhkan dahulu..
1.      Laptop ber OS linux  yang terinstall imagemagick
Imagemagick adalah suatu aplikasi untuk linux dan sejenisnya untuk editing foto sederhana seperti merubah warna, crop, dll. Image magick ini dapat diinstall dengan menuliskan perintah “sudo apt-get install imagemagick” (tanpa tanda kutip) dalam terminal di laptop yang memiliki koneksi internet. Jika mendapat kesulitan lain, kita bisa meminta bantuan mbah gugel :v
Setelah terinstall, kita bisa mencoba mengetikan beberapa contoh command dibawah ini di terminal untuk mengconvert suatu gambar

a.      Membuat grayscale dari suatu gambar

convert gambar.jpg -colorspace Gray gambar_hasil.jpg

b.      Mengubah gambar menjadi hitam putih

convert gambar.jpg -monochrome gambar_bw.jpg

c.      Mengubah ukuran gambar

convert gambar.jpg -resize 50% gambar_kecil.jpg
                                                           
2.       Sebuah daemon
3.      Sebuah kursi yang nyaman (bisa lesehan juga :v) ditambah snack dan minuman :v
Ok setelah semua siap, mari kita mulai…
1.      Membuat file sementara untuk menyimpan isi proses yang berjalan dan membukanya di C
FILE *flietemp;
while(1)
{   //masuk ke daemon
//membuat file sementara temp.txt (jika belum ada)
//perintah system (…); berguna untuk menjalankan command bash dalam C
system("touch /home/nama_user/temp.txt");
//memasukan proses (ps aux) kedalam file
system("ps -aux > /home/nama_user/temp.txt");
//membuka file temp
flietemp = fopen("/home/nama_user/temp.txt","r");
             . . . (2-5). . .
             }

2.      Mengecek dalam proses  apakah ada proses membuka gambar (proses ini ditandai dengan adanya nama proses “… eog nama_file”
Contoh penulisan proses membuka gambar

yozora   18401  0.1  1.0 608364 36608 ?        Sl   18:08   0:00 eog/home/yozora/Pictures/gambar.jpg

. . .
//membaca perbaris proses(ps) yang sudah dipindahkan ke temp
while (fgets(ps[i],1024,flietemp)!=NULL)
              {
                    int j=strlen(ps[i])-1;
                    int k;
                    //digunakan untuk menandai ada tidaknya proses membuka gambar jpg
                    int flag =0;
                    int l=0;
                    //membaca setiap karakter dalam baris  
                    for(k=0;k<=j;k++)
                    {     
                    //jika kita menemukan kata eog maka ada proses membuka gambar
                           if(ps[i][k]=='e' && ps[i][k+1]=='o' && ps[i][k+2]=='g')
{
                           flag = 1;
                           //lompat ke direktori & nama file
                           k=k+4;
                           }
                           . . .(3). .
                    }
                    . . .(4). .
             }
                   
      
3.      Jika kita sudah menemukan proses tersebut  maka kita perlu menyimpan direktori dan nama file tersebut dan memastikan file gambar tersebut adalah jpg
. . .
if(flag==1)
{ 
   //untuk memastikan file tersebut berekstensi .jpg
if(ps[i][k] =='.' && ps[i][k+1] == 'j'&& ps[i][k+2] == 'p'&& ps[i][k+3] == 'g')
             {
                    flag=3;
                    //keluar dari loop pembacaan karakter dalam baris
                    k=j+1;
                    //memotong nama file mulai dari .jpg
                    savename[l]='\0';
             }
             //untuk file jpg yang berekstensi JPG
              else if(ps[i][k] =='.' && ps[i][k+1] == 'J'&& ps[i][k+2] == 'P'&& ps[i][k+3] == 'G')
              {
                    flag=4;
                    k=j+1;
                    savename[l]='\0';
              }
             else
              {
                    //menyimpan direktori dan nama file per karakter
                    savename[l] = ps[i][k];
                    l++;
              }
   }

4.      Setelah mendapat direktori dan nama file mulailah menjalankan perintah convert (yang sudah dijelaskan sebelumnya)

char cmd[1024];
             strcpy(cmd,"");
             //menuliskan perintah convert dalam sebuah string (flag 3 untuk .jpg)
             if(flag == 3) sprintf(cmd,"convert %s.jpg -colorspace Gray %s_copy.jpg",savename,savename);
             //flag 4 untuk file .JPG
             if(flag == 4) sprintf(cmd,"convert %s.JPG -colorspace Gray %s_copy.JPG",savename,savename); 
             //jalankan perintah convert     
             if (flag>=3) system(cmd);
   //go to the next line
i++;

5.      Menutup file temp

fclose(flietemp);
              system("rm /home/yozora/temp.txt");
      
6.  SELESAI
Jadi intinya setelah kita menjalankan daemon, saat kita membuka file jpg akan otomatis terbuat file _copy yang berupa hasil convert grayscale dari gambar tersebut. Ini akan terus berlanjut hingga daemon dimatikan dengan menulis di terminal “pkill nama_daemon” tanpa tanda kutip.
Untuk Script lengkapnya dapat dilihat dibawah ini

#include <stdio.h>
#include <stdlib.h>
#include <fcntl.h>
#include <errno.h>
#include <unistd.h>
#include <syslog.h>
#include <string.h>

int main(void)
{

pid_t pid, sid;
pid = fork();

if(pid < 0){ exit(EXIT_FAILURE);}
if(pid > 0){ exit(EXIT_SUCCESS);}

umask(0);

sid = setsid();
if(sid < 0){ exit(EXIT_FAILURE);}

if((chdir("/")) < 0){ exit(EXIT_FAILURE);}

close(STDIN_FILENO);
close(STDOUT_FILENO);
close(STDERR_FILENO);


FILE *flietemp;
while(1)
{
       system("touch /home/yozora/temp.txt");
       system("ps -aux > /home/yozora/temp.txt");
       flietemp = fopen("/home/yozora/temp.txt","r");
       int i=0;
       char ps[1024][1024];
       char savename[1024];
       strcpy(savename," ");
       while (fgets(ps[i],1024,flietemp)!=NULL)
       {
             int j=strlen(ps[i])-1;
             int k;
             int flag =0;
             int l=0;    
             for(k=0;k<=j;k++)
             {     
                    if(ps[i][k]=='e' && ps[i][k+1]=='o' && ps[i][k+2]=='g') {
                           flag = 1;
                           k=k+4;
                          
                    }
                    if(flag==1)
                    {
                           if(ps[i][k] =='.' && ps[i][k+1] == 'j'&& ps[i][k+2] == 'p'&& ps[i][k+3] == 'g')
                           {
                                 flag=3;
                                 k=j+1;
                                 savename[l]='\0';
                           }
                           else if(ps[i][k] =='.' && ps[i][k+1] == 'J'&& ps[i][k+2] == 'P'&& ps[i][k+3] == 'G')
                           {
                                 flag=4;
                                 k=j+1;
                                 savename[l]='\0';
                           }
                           else
                           {
                                 savename[l] = ps[i][k];
                                 l++;
                           }
                    }
             }
             char cmd[1024];
             strcpy(cmd,"");
             if(flag == 3) sprintf(cmd,"convert %s.jpg -colorspace Gray %s_copy.jpg",savename,savename);
             if(flag == 4) sprintf(cmd,"convert %s.JPG -colorspace Gray %s_copy.JPG",savename,savename);        
             if (flag>=3)
             system(cmd);
             i++;
       }
       fclose(flietemp);
       system("rm /home/yozora/temp.txt");    
}
exit(EXIT_SUCCESS);
}